Hari Rabies Sedunia「The strongest baccarat play」, Kenali Penyakitnya dan Vaksin Hewannya

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Platform lotre

KiThe strongest baccarat playTa peduli, pandemi berakhir!

Mari bantu tenaga keThe strongest baThe strongest baccarat playccarat playsehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Baca juga: Hati-hati, Ini Tanda Kucing Tertular Rabies

Rabies adalah penyakit yang 100% dapat dicegah. Namun, lebih dari 59.000 orang meninggal karena penyakit ini di seluruh dunia setiap tahun.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

JAKARTA, KOMPAS.com-- Tanggal 28 September diperingati sebagai Hari Rabies Sedunia atau World Rabies Day. Peringatan kesehatan secara global dimulai pada tahun 2007 untuk meningkatkan kesadaran tentang rabies dan bersatu untuk meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian di seluruh dunia. Hari Rabies Sedunia diperingati di banyak negara termasuk di Indonesia.

Hari Rabies Sedunia adalah kesempatan untuk merenungkan upaya kita untuk mengendalikan penyakit mematikan ini dan mengingatkan diri kita sendiri bahwa perjuangan belum berakhir.

Gigitan hewan yang dicurigai atau diketahui menderita rabies pada hewan peliharaan kita harus langsung ditangani. Untuk kasus pada hewan, yang pertama yang harus dilakukan adalah mengenali ciri dari rabies itu sendiri. Tangkap hewan tanpa dibunuh, kemudian laporkan pada puskeswan atau perangkat desa. Lalu, lakukan observasi hewan selama 14 hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Dilansir dari Instagram Bidang Keswan dan Kesmavet Jabar @animal_health.jbr, Selasa (28/9/2021), penyakit rabies sendiri ditularkan melalui gigitan gewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing, kera dan musang.

Baca juga: Bisakah Kucing Terkena Rabies? Ini Penjelasan dan Gejalanya

Virus rabies menginfeksi susunan syaraf pusat yang dapat menyebabkan kematian. 

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.